" MATINYA SEORANG PUJANGGA "
tatkala kabar duka terlintas,
setumpuk kenangan bersamanya seakan enggan untuk ditafsirkan,
bersamanya hari terasa indah...
Read the rest of this entry ... (51 words left)
Read the rest of this entry ... (51 words left)
Read the rest of this entry ... (53 words left)
Di bawah kotamu, konon, minyak berlimpah. Namun, di suatu siang di saat matahari sepenggalah mataku terpana: Inikah negeri yang kaya yang membiarkan warganya, barangkali kerabat dan handai tolanmu, mengais minyak tanah mengantri berkeringat meresah, sementara sang kepala daerah berkereta Mercedes nan mewah? Apalah arti kekayaan bila ia tidak menetes ke masyarakat bawah? Apalah arti kemewahan bila ia terus menggulirkan keresahan bukan ketentraman? Apalah arti subsidi bila ia terus menjadi parodi?
Read the rest of this entry ... (153 words left)
Kabar duka itu selalu datang tak terduga. Ketika tanganMu meraih sukma orang-orang tercinta, dari ruang fana ke lembah merdeka. Tempat dimana tak ada lagi sakit dan nestapa. Tempat para pejalan bersandar di pelabuhan, menunggu kapal membuang sauh untuk meniti tujuan lebih jauh. Melalui gerbangMu yang selalu terbuka: Jannah
Read the rest of this entry ... (37 words left)
pertama kali menginjak kota jogja
yg aku rasakan adalah panas disiang hari,
juga panas dimalam hari,
terasa dingin kalau lagi mandi, di mall dan restoran mewah.
aku berpikir,
inikah arti suasana kota jogja yang dilantunkan oleh katon.
atau kota jogja dekat sama gunung merapi yang sekarang lagi sakit batuk.
itu kesan pertama untuk kota jogja,
kesan pertama yg belum menggoda.
kemudian setelah aku sekian bulan menetap di jogja
ada suasana yang lain lagi yang aku rasakan
ada angkringan dengan nasi kucingnya,
ada kang beca yang nagkring sampai pagi
pengamen yang selalu ada disaat aku naik bus kota....
Read the rest of this entry ... (3 words left)
Di antara dua pakar yang beradu pintar
Ada yang mencoba berkomentar
Tapi aku hanya bisa mendengar
Sama sekali tak terpapar percikan nalar
Hanya ada ambisi untuk mengejar gelar
Tak perlu pintar-pintar
Yang penting dapat dolar
Read the rest of this entry ... (29 words left)
Memang kita cuma menatap saja dari jalanan tetirah candi 1000. Ia
barangkali sudah berlumut di sela-sela batu-batu yang tergolek
kelelahan menatap warga kmpkreguler2004 yang gelisah karena mau
berpisah. "Mbok ya o kayak saya ini, meski kian berumur tetap saja jadi
saksi sejarah, dan setia di tempat semula meski jaman deras berubah",
kata sebuah batu yang nyaris retak dibakar mentari saban hari. Tetapi
apakah sebuah kesetiaan masih juga layak diperbincangkan, sementara
sikap berebut dan saling menyikut kawan menjadi tuntutan jaman?
Barangkali kesetiaan adalah sebuah kesepian yang panjang. Barangkali..
Ketika teman-teman lagi mengutak-atik soal statistik, aku sedang mengaduk mereka bersikap skeptik atau mungkin profetik. Orang-orang muda itu aku suka karena tak jera mengkritik kepada kemapanan atau kezaliman. Di berbagai lingkungan akau selalu temukan tanda-tanda jaman: jaman edan, berebut kuasa dengan keserakahan. Di jalanan spanduk-spanduk di bentang, tanda pertarungan mulai direntang, "Jangan pilih orang edan menjadi panutan," ditaruh melintang di pinggir jalan Dr. Rajiman. Aku terpana, benarkah orang edan mengenal kuasa. Jangan-jangan kitalah yang sebenarnya edan.
Read the rest of this entry ... (15 words left)
Read the rest of this entry ... (48 words left)
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat,
dua semeter telah berlalu,
kebersmaan tertanam dalam ingatan,
sebagai kenangan saat kebersamaan masih bersama kita.
Read the rest of this entry ... (45 words left)
awal perjumpaan kita,
keasingan menyelimuti jati diri,
karena kita tidak saling kenal.
Read the rest of this entry ... (95 words left)
Kenapa statistik jadi momok? Padahal ia cuma soal angka. Padahal kalkulator siap membantu memaparkannya. Padahal SPSS dibuat sedemikian rupa agar angka bisa diolahnya. Hanya satu yang ditakuti angka: Mistik. Angka berapa pun bisa dimistik dan jadi berapa pun siapa suka. Mistik tak hanya ada di televisi kita, atau menjadi kiblat togel-mania di mana pun berada. Mistik ada di kepala kita juga.
Apakah ada getar di antara dua pakar beradu pintar di antara komentar lalu-lalang para pemangku kebijakan? Adakah kita terpapar percikan nalar yang disebar kaum terpelajar di serambi dan relung-relung rumah ajar? Ataukah kita hanya bersejajar dengan para pengamat yang tak lagi punya amanat? Atawa hanya menjadi penonton di kelas tiga yang robekan tiketnya entah hilang kemana?
Read the rest of this entry ... (9 words left)
![]()
pertemuan tak terduga
dengan perempuan gilimanuk
kesederhanaan menggugah rasa Read the rest of this entry ... (47 words left)
untuk mengenalmu lebih jauh.
Batu itu tak lagi gagu, ia mau ubah jadi mesin waktu, cuma seribu lalu tujuh beras ditempelin di dahimu, lalu disisipkan bunga di telingamu, dicipratkan air menerpa wajah dan rambutmu. Adakah kau merasa usiamu semakin sedikit tersisa?
Read the rest of this entry ... (32 words left)
Pelabuhan Ketapang
Read the rest of this entry ... (640 words left)
Bagaimana agar kita bersama bisa mengelola blog ini sebagai ajang yg punya kemanfaatan lebih, itulah tantangan kita bersama. Minimal punyailah kesempatan untuk melongok, agar tak lupa bahwa kita pernah bersama (baik terkantuk-
kantuk, ketap-ketip, angop -what is angop? ketika mendengarkan kuliah pak Rossi Sundari) atau ketika belajar jadi aktor sinetron -di shoot mas Ari- dgn disutradarai pak Andreasta atawa tatkala sibuk berujian-ria sambil ngeprint sana-sini, yah lumayan raih nilai B. "Yang A itu milik Dosen, bahasa Inggris saja belum beres kok minta A". He..he..
Read the rest of this entry ... (1 words left)
Mulanya kita bercengkerama di bis, di pantai, lalu muncul ide: kenapa tak dijadikan kenangan yang bisa diabadikan buat penerus kita di masa datang. Lantas dibuatlah blog ini, siapa tahu yang bekerja di ujung nusantara sana, asal ada internet, bisa saling berkabar, gaul lagi bersama anak-cucu. Siapa tahu. Maka dengan hormat, tulislah apa yang mau anda kabarkan, asal jangan fitnah atau menyakiti oranglain. Asas kita setara, terbuka, dan satu keluarga. Kirim foto juga boleh. Kayak gini misalnya, ini foto di Bali 2005, ingat kan? Maaf yang tidak kejepret bukan salah bunda mengandung, barangkali tukang potretnya yang kurang kerjaan. Gitu aja kok difoto! (Yang memulai menulis: Slamet Riyadi). Yang lain silakan menyusul.