Waktu Beku
Batu itu tak lagi gagu, ia mau ubah jadi mesin waktu, cuma seribu lalu tujuh beras ditempelin di dahimu, lalu disisipkan bunga di telingamu, dicipratkan air menerpa wajah dan rambutmu. Adakah kau merasa usiamu semakin sedikit tersisa?
Ataukah kamu merasa lega dosa-dosamu terjaga di lubang goa? Barangkali debur ombak yang meminggirkan pasir akan terus berulang, seperti laku kita yang bersijingkat sambil menorehkan bayangan
tanah lot, 3 april 2005
Comment(s) »
» Leave a comment
- Your E-mail address is never displayed. If you enter it, it will only be visible to the blog author
- Since there already are comments to this post, your eventual comment might trigger a notification e-mail to the persons that commented before you.
- The line and paragraph breaks automatically
Pak slamet, tolong jangan sindir itu lagi. Bu neni udah tobat kok....he.he.he...
katanya gak bisa tidur tat kala aku bilang "jangan diulangi".
maaf ya bu neni, jangan marah, wong ini cuma guyon kok.
yang penting kan Bubuy bulan.........................(terus ditranstool, artinya begini.begini...)
Comment by toto— 2005/04/11 @ 07:11 PM — (Reply)
oh ya Pak Slamet, kalau bisa menunya jangan banyak-banyak, soalnya bingung mau buka yang mana, terus komentarnya di taro dimana, kalau bisa ada menu utamanya, jadi kalau temen buka itu yang muncul menu utmana kemudian yang lain menjadi sub menu. terus maju Bli Slamet !!!!!!
Comment by toto alias ayahe kemas— 2005/04/11 @ 07:15 PM — (Reply)
Mas Toto, ya menunya itu-itu saja, nggak banyak. Tinggal mau nulis dimana, silakan klik di comment. Ntar kalau bukan sekedar komentar, barangkali buah pikiran atau usulan yang jos, saya saya pindah ke halaman utama. Gitu aja kok repot he..he..
Comment by Sriyadi— 2005/04/11 @ 08:02 PM — (Reply)