Di antara dua pakar
Apakah ada getar di antara dua pakar beradu pintar di antara komentar lalu-lalang para pemangku kebijakan? Adakah kita terpapar percikan nalar yang disebar kaum terpelajar di serambi dan relung-relung rumah ajar? Ataukah kita hanya bersejajar dengan para pengamat yang tak lagi punya amanat? Atawa hanya menjadi penonton di kelas tiga yang robekan tiketnya entah hilang kemana?
Barangkali kita memang belum menjadi
kampus ikm-ugm, 14 april 2005
Comment(s) »
» Leave a comment
- Your E-mail address is never displayed. If you enter it, it will only be visible to the blog author
- Since there already are comments to this post, your eventual comment might trigger a notification e-mail to the persons that commented before you.
- The line and paragraph breaks automatically
Illusi antara Yogya - Bali pp
Illusi I : Merintis usaha Kamar "Kesenian"
Setelah selesai S-2 ada peluang menjadi konsultan usaha kamar "kesenian" sepanjang jalan di P. Jawa, lumayan setiap orang yang masuk kamar "kesenian" untuk sekedar membuang sebuah "hajat" merelakan fulus 1.000 rupiah..... kalau dalam satu bis 25 orang yang memanfaatkan kamar"kesenian" 24 jam ada 10 bis yang mampir menumpahkan penumpangnya ke kmar"kesenian" tersebut berapa fulus yang masuk. Infestasi cukup .... tahan ngantuk saja. haaaaaaaaaa.
Comment by Personil Trio Eng-Ong— 2005/05/02 @ 06:21 AM — (Reply)
Pa sriyadi...tolong muat ya..
" setengah Batu "
keras, cadas, terjal...
ekspresi hati perempuanku...
yang slalu menyapa sepi...
dalam tawa penuh darah...
hidup mengajarkannya nilai,
untuk tidak bersanggama dengan kemunafikan,
kejujuran tak pernah terkoyahkan,
meski zaman selalu memperkosanya...
durjana meraihnya dalam dekapan semu,
merayunya dalam desahan syetan,
bersama berlalunya malam,
tapi sepi tetap menemaninya...
dia tegar,
setegar karang.
bahkan dalam duka dia tetap tersenyum...
meski galau menamparnya,
tapi dia tetap tersenyum....
dialah " Perempuan setengah batu"
Comment by kipling— 2005/09/05 @ 07:57 PM — (Reply)