Kabar dari Solo
Ketika teman-teman lagi mengutak-atik soal statistik, aku sedang mengaduk mereka bersikap skeptik atau mungkin profetik. Orang-orang muda itu aku suka karena tak jera mengkritik kepada kemapanan atau kezaliman. Di berbagai lingkungan akau selalu temukan tanda-tanda jaman: jaman edan, berebut kuasa dengan keserakahan. Di jalanan spanduk-spanduk di bentang, tanda pertarungan mulai direntang, "Jangan pilih orang edan menjadi panutan," ditaruh melintang di pinggir jalan Dr. Rajiman. Aku terpana, benarkah orang edan mengenal kuasa. Jangan-jangan kitalah yang sebenarnya edan.
Tiada jaman tanpa edan. Tiada edan tiada jaman
Edan tenan to!
by sriyadi, solo 20 April 2005
Comment(s) »
» Leave a comment
- Your E-mail address is never displayed. If you enter it, it will only be visible to the blog author
- Since there already are comments to this post, your eventual comment might trigger a notification e-mail to the persons that commented before you.
- The line and paragraph breaks automatically
e = e hati-hati lho jaga diri
d = dan jangan kosong otaknya
a = Allah suka sama hati yang bersyukur
n = n terakhir hidup hanya sebentar ingat akan hisab
nah dari singkatan itu maka jadi orang edan juga nggak papa kan
he he
eki
Comment by eki— 2005/04/27 @ 03:09 AM — (Reply)
Pak Slamet, jaman saiki nek ora ngedan ora komanan (kalau tidak menjadi edan tidak kebagian)! Opo mau mencalonkan Bupati KP?
Bagaimana caranya menulis di media ini? Juga kalau mau ngirim foto?
by yokha_m
Comment by yokhanan M— 2005/05/04 @ 12:57 PM — (Reply)
Memang enak kumpul karo wong-wong edan... Iso melu ngedan... Sing penting melu komanan... Suk mben dadi komandan... Neng dinas kesehatan...
Comment by Arsanti— 2005/05/13 @ 08:01 PM — (Reply)