" MATINYA SEORANG PUJANGGA "
gelegar halilintar menyentak bumi,
tatkala kabar duka terlintas,
setumpuk kenangan bersamanya seakan enggan untuk ditafsirkan,
bersamanya hari terasa indah...
tetes air mata tak kuasa terbendung,
tatkala kenangan menyeruak kedalam memoriku,
meretas kembali masa itu,
saat syair jiwa menyambut mentari....
aku tahu betapa sulitnya terpisahkan,
tapi kekuasaan tak mungkin bisa memasungnya,
keakuanku tak dapat menahanmu,
karena sang khalik telah menjabarkan kuasanya...
kini...
tinggal syairmu yang menemaniku,
melewati hari,
tapi aku yakin,
disana kita akan tetap bersama,
dalam dimensi sukma
bersama para pujangga yang terlupakan.
tatkala kabar duka terlintas,
setumpuk kenangan bersamanya seakan enggan untuk ditafsirkan,
bersamanya hari terasa indah...
tetes air mata tak kuasa terbendung,
tatkala kenangan menyeruak kedalam memoriku,
meretas kembali masa itu,
saat syair jiwa menyambut mentari....
aku tahu betapa sulitnya terpisahkan,
tapi kekuasaan tak mungkin bisa memasungnya,
keakuanku tak dapat menahanmu,
karena sang khalik telah menjabarkan kuasanya...
kini...
tinggal syairmu yang menemaniku,
melewati hari,
tapi aku yakin,
disana kita akan tetap bersama,
dalam dimensi sukma
bersama para pujangga yang terlupakan.
» Leave a comment
- Your E-mail address is never displayed. If you enter it, it will only be visible to the blog author
- The line and paragraph breaks automatically